Di blog sebelumnya Chris membahas tentang beberapa pemain favoritnya, di masa lampau dan masa sekarang yang membuat saya berfikir tentang siapa pemain favorit saya. Sepertinya akan sangat menarik untuk membagikannya dengan anda semua.

Saya ingin memulai dari pemain favorit pertama saya:

Camilla Martin

Sepanjang perjalanan karir junior saya, saya senang bermain di partai tunggal putri, terinspirasi dari menyaksikan pemain terbaik tunggal putri. Dia adalah Camilla Martin dari Denmark, yang telah mencapai banyak prestasi di bulutangkis, dan juga adalah inspirasi untuk saya.

Saya selalu merasa gembira setiap kali Yonex All England digelar, Karena biasanya ini adalah satu-satunya ajang dimana saya bisa melihat idola saya bermain. Menyaksikan permainan Camilla yang luar biasa seperti yang saya dambakan & pada akhir kunjungan ke Yonex All England, saya biasanya membujuk orang tua saya mengunjungi took Yonex untuk membeli baju atau pakaian yang dia kenakan.

Dalam perjalanan karir saya selanjutnya, saya berubah haluan dengan bermain di partai ganda putri & ganda campuran.

Zhao Yunlei

Zhau Yunlei dari Cina, sepertinya tidak ada prestasi yang dia belum raih di olah raga badminton. Menjadi juara di berbagai Olimpiade dan kejuaraan dunia, bermain di partai tunggal putri & ganda campuran, dan salah satu lawan tersulit yang pernah saya lihat dan hadapi.

Dia selalu menjadi seseorang, yang walaupun menjadi lawan dalam pertandingan, ingin saya saksikan pertandingannya, dan kemudian saya mencoba belajar sebanyak mungkin dari dirinya. Dia sangat cepat dan lincah, sekali dia meraih bola di dekat net, tidak ada yang dapat menghentikannya!

Fakta bahwa dia dapat secara terus menerus menjadi yang terbaik di dunia di partai ganda putri dan ganda campuran, membuktikan betapa bugar & kuat dirinya. Saya pikir hingga hari ini, dia adalah satu-satunya wanita yang memenangkan Partai ganda putri dan ganda campuran pada ajang Olimpiade yang sama (London 2012).

Walaupun tentu saja sangat sulit untuk saya dimana saya harus berkompetisi melawan dirinya namun saya juga memiliki kekaguman terhadap dirinya yang menurut saya adalah salah satu, dan bahkan yang pemain terbaik yang pernah ada.

Hendra Setiawan

Hendra adalah legenda sesungguhnya dalam olahraga badminton, dan seorang pria sejati! Hendra juga adalah peraih medali emas di Olimpiade & Kejuaraan Dunia, dan memiliki karir luar biasa yang berlangsung cukup lama dalam kompetisi tertinggi.

Saya cukup beruntung bisa menyaksikan secara langsung saat Hendra, beserta dengan rekannya Markis Kido, memenangkan Olimpiade di Beijing saat saya baru saja memulai perjalanan tur Senior saya sebagai professional. Itu adalah pertandingan luar biasa, dan di set ke tiga, permainan pemain Indonesia ini sangat luar biasa.

Hal yang menarik dari Hendra adalah dia bisa membuat segala sesuatunya terlihat mudah (dan percayalah kepada saya, itu tidak semudah kelihatannya!!!) dia selalu satu langkah di depan lawannya dan selalu tahu kemana arah bola dan melancarkan balasan yang sempurna. Menurut saya, salah satu alasan mengapa saya sangat menyukai permainan Hendra adalah karena permainan luar biasa yang dimainkannya di dekat net, tidak ada yang sehebat dia dalam sentuhan dan kecakapan di depan net, dan dia selalu bermain dengan sangat tenang.

Cukup menarik karena tahun lalu di ajang Indian Premier League, kami memainkan pertandingan 3 vs 3, dengan Hendra bermain Bersama saya dan Chris, dan wow, melihatnya bermain dekat net, yang merupakan keahliannya, adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Kami sedang dalam kondisi poin 14-14, kemudian Hendra mengambil gilirannya, dan kemudian dia merubah keadaan menjadi 21-14 tanpa saya atau Chris sempat melancarkan satupun pukulan! Haha!

Carolina Marin

Terakhir, namun bukan berarti yang paling kecil, adalah Carolina Marin. Pada saat ini dia adalah pemain tunggal putri paling sukses sepanjang masa, setelah memenangkan Kejuaraan Dunia ketiganya di Nanjing beberapa bulan lalu, dan juga menyaksikan dia meraih juara Olimpiade di Rio tahun 2016. Carolina telah membuktikan dirinya sebagai pemain dari Eropa, dan telah mendominasi kelas tunggal putri di ajang-ajang besar sejak tahun 2014.

Apa yang paling saya kagumi tentang Carolina adalah tekad dan semangat juangnya yang sangat menginspirasi untuk disaksikan. Juga kecepatan yang dia mainkan itu sangat tidak masuk akal, dan kapanpun situasi nampaknya sulit, dia seperti selalu memiliki roda gigi lain untuk merubah keadaan.

Satu pertanyaan yang saya ingin ketahui di masa depan tentang Carolina adalah berapa banyak medali yang dia akan raih di akhir karirnya, dan apakah akan ada orang lain yang bisa menyamai pencapaiannya.

Saya harap kalian senang membaca blog saya tentang pemain favorit saya, tetap update di sosial media kami, dan tunggu update selanjutnya.

Sampai bertemu lagi,
Gabby,

(Foto oleh: Badminton Photo)